Saturday, March 26, 2016

MENGGUGAT TUHAN

Pernahkah anda mengugat Tuhan ?. Sekiranya tampa kita sadari dalam keseharian dan interaksi sosial bisa saja hal itu terjadi.Diantara kita manusia terlahirkan dengan bentuk sempurna jika dibandingkan dengan mahluk ciptaan lain selain manusia.

Dalam melakoni hidup sesama manusia terkadang lupa dan menganggap suatu kekurangan fisik dan kelemahan batiniah adalah sebab kelalain manusia itu sendiri. Contoh sederhana kekurangan fisik sejak lahir semisal anggota badan yang tidak lengkap,maaf semisal tangan buntung,telinga satu,mata juling,kaki bengkok,pendek atau tinggi,dan seabrek kekurangan lainnya.

Padahal mereka yang kurang beruntung lahir dengan bawaan seperti ini,seandainya mungkin disuruh memilih sejak mau dilahirkan mungkin memilih dengan bentuk yang ideal menurut tinjauan mata kita.Permasalahannya ada saudara kita yang sering lupa dan terkadang menganggap kekurangan itu adalah benalu.Dalam interaksi keseharian mereka yang cacad bawaan ini tak dapat melakukan tugas dengan baik karena keterbatasan fisik tadi,maka muncul kata yang menohok.

"Siapa suruh kau begitu,siapa suruh badanmu begitu". Dan jenis kalimat lain bermakna sama.

Disinilah mereka telah menggugat Tuhan.Esensinya manusia terlahir dengan kekurangan fisik adalah kehendak sang pencipta. Bukan kesalahan para penderita cacat bawaan.Berarti mereka yang telah menyalahkan orang memiliki kelemahan ini secara langsung telah menyalahkan Tuhan.Mengugat Tuhan berarti anda mungkin perlu pencerahan dakwah dari orang yang berkompoten. Perlu disadari dibalik kelemahan mereka miliki Tuhan menitipkan kelebihan lain yang mungkin tak dimiliki oleh para penggugat Tuhan ini.!

SMS

Dering SMS kadang kala membuat suatu kejengkelan. Bertambah parah ketika deringnya tepat istirahat siang atau malam. Tak mengaktifkan ponsel rada-rada khawatir sebuah panggilan sifatnya penting tak terjawab. Bisa dari relasi,teman sejawat dan family.Sedikit dilema. Namun ini bukan persoalan yang serius.

Buktinya ini juga terjadi pada banyak orang dan mereka pun tak mempermasalahkan. Di antara mereka yang jeli mengantisipasi gangguan kecil punya trik tersendiri. Menonaktifkan atau memakai fitur silentnya.  Mengaktifkan kembali ketika waktu istirahat telah berakhir.

Lain kasus jikalau anda malas dengan cara di atas. Masih berharap ada sms berdering di waktu istirahat dan senang hati membacanya. Biar pun cuma pemberitahuan promosinya operator seluler atau sms berbau penipuan dan sms promosi lainnya.

Secara pribadi terkadang aku jengkel ketika ponsel beberapa kali berdering nada sms yang redaksinya itu-itu terus.Dari operator itu setiap harinya. Bukan apanya harapan kita dari sebuah sms masuk ada berita dan info yang bermamfaat bagi kelangsungan hidup dan karir pekerjaan.Rasa menggelitik tak bisa ditepiskan untuk tak secepatnya membaca pesan sms.Selalu ada rasa penasaran mendera.

Jika kejengkelan terasa mengganjal ketika bunyi sms hanyalah iklan dari operator seluler,maka tidak dengan sms ini. Sekian lama sms ini ditunggu melalui pertarungan bathin. Melalui gejolak sosial,melalui pertimbangan matang,melalui kerja keras blusukan kiri kanan,melalui proses menjadi pengemis. Melalui jalan berliku dan sedikit  tensi,melalui .....melalui.....akh aku sudah lupa semuanya.

Yang jelasnya sms menyejukkan itu hanyalah sebuah sms bangkin. Sms bangkin yang telah jadi anak hilang selama 6 bulan. Sekarang telah menjelma menjadi "kembalinya si anak hilang". Sms bangkin dari sebuah bank yang isinya hanyalah bahasa Inggris berbunyi "Salary crediting".Ditambah deretan angka-angka. Cukup menjadi kabar gembira di musim kangker (kantong kering).

MTC KEPO

Cerah menaungi langit kota daeng. Alhasil alamak sukseslah aku punya urusan kali ini.Berbekal tas punggung bersama sang misua,ekh.'.sang isteri kami pun naik kete-kete. Hups salah.Pete-petelah angkutannya kota daeng.

Menuju ke MTC lah kami. Tak lama berselang kami pun sampai setelah menerobos hiruk pikuk kota metro. Memiliki urusan berbeda,berpencarlah kami cari jalan hidup sendiri-sendiri. He.he.he. Aku memilih setia dengan MTC dan sang istri memilih Karebosi link. Okelah no problem just enjoy men.

Urusan kelar,kami janjian di dekat mushalla untuk balik. Eits ternyata kelupaan beli buku cerita untuk si sulung. Maka meluncurlah lagi kami gramedia lantai 4 karebosi condontel tentunya ya naik lift lah. Capek donk bolak-balik. Sekalian isi pula si kampung tengah kalau begini. Habislah semangkok cotonya orang makassar bede.

Perut kenyang,giliran cari buku. Bolak-baliklah kami cari buku terbaik. Aha...ketemu.Buku full colour cerita teladan.Bayar di kasir langsung ngacir kami. Pusing cari jalan keluar.Kebetulan jalur turun dekat gramedia sedang di perbaiki. Maka memutarlah kami lagi di tempatnya para penjual handphone.Berpusing-pusinglah kami di tempat ini. Ramai nian mereka tanya-tanya kami. Berebutan pula rupanya menyerang dengan frasa yang sama.
''Cari apaki" ?
"Ndak " jawabku halus.

Kami pun terus berjalan dan berjalan mencari si anak hilang..'eits salah lagi maksudnya mencari si tangga turun yang hilang dari pandangan. Efek ketuaan kali serba salah.Mereka itu para penjual yang kami lewati tokonya tak bosan pula tanya kami. Kami berdua yang jadi bosan.Akh very boring.

Tanya dan ditanya terus. Sampai kami menemukan eskalator turun. Mereka tetap berlomba tanyai kami sampai ajak singgah. Ngak apa-palah kalau di jamu teh manis.he'he'he..

Entah dari mana dapat ide brilian efek ditemukannya eskalator aku menjawab setiap pertanyaan mereka.Tapi hanya dengan suara kecil sebab ramainya suara orang lalu lalang.

Mereka tanya lagi
Aku jawab pula.

''Singgah,Cari apaki pak' ?
"Cari jalan keluar " !
"Cari jalan keluar " !
Gubbrakkk,Kabur !!!