Friday, May 20, 2016

Refresh

Sebuah perjalanan panjang dalam rutinitas hidup terkadang berbuah kenangan. Peristiwa yang akan menjadi pijakan dalam mengarungi hidup.

Sebuah tempat dan sebuah masa akan menorehkan percikan rasa senang. Semestinya perjalanan yang ditujukan untuk bersenang-senang berdampak pula pada kesegaran dan kebugaran fisik.

Melanglang buana menelusuri hutan,mendaki lembah mengguyur air pada air terjun sampai pada berendam pada kolam air panas.Sensasi pun terasa sampai pada tulang sumsum.

Ketika tempat itu terjelajahi tanya pada dirimu,inikah sebuah refresing memanjakan tubuh mengolah raga merefres kebuntuan berpikir. Raga dan jiwa sepaket untuk untuk menunaikan hak-hak pada tubuh.

Tubuh perlu nutrisi bukan hanya dalam bentuk makanan.  Dan pada waktunya kita perlu menjelajah demi sebuah kebutuhan. Memuaskan dan menunaikan hak pada tubuh. Kelak akan menjadi memori indah.

Wednesday, May 11, 2016

Air terjun sungai Allu

Boring tinggal di lingkungan sekolah selama pelaksanaan ujian nasional membuat kami menuju suatu destinasi. Sebuah air terjun pada aliran sungai di dusun Allu desa Pujananting Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru. Orang di sana menamainya LIU MADDUMPUE. Artinya air dalam yang berasap.

Untuk menuju ke sini anda yang dari luar Pujananting dan Tanete Riaja melalui rute Pekkae ke arah timur jalur bulu dua Soppeng sebelum Ralla belok kanan menuju ibu kota Kecamatan Pujananting yakni Doi-doi. Di sini anda akan menemukan persimpangan jalan anda pilih sebelah kiri terus sampai pada dusun Punranga. Di  Punranga ada persimpangan yang lurus tembus Gattareng dan belok kanan menuju dusun Allu. Pilih belok kanan.Untuk menemukan lokasi ini anda lewat jalanan belakang SDN Punranga.

Berbekal kamera dan semangat kami pun memarkir sepeda motor di halaman SDN Punranga Allu. Perjalanan di mulai memasuki hutan. Panas matahari tak terlalu terik serta lebatnya pepohonan melindungi kami. Pada awalnya jalanan masih rata dengan beberapa tanaman kakao penduduk dan pohon enau.Semakin jauh ke dalam semakin menurun. Beberapa tanaman rotan kami jumpai tumbuh melata.

Harus ekstra hati-hati karena penurunan dan tanah masih becek pengaruh hujan dari kemarin-kemarin. Tampak sulur pepohonan merintangi jalanan setapak yang kami lewati. Semakin dekat ke sungai semakin terjal jalanan setapak ini.Mengandalkan tanaman yang tumbuh untuk berpegangan agar tak terjatuh.

Bunyi desir air menandakan sungai semakin dekat. Tak butuh waktu banyak untuk sampai di pinggiran sungai. Tampak oleh kami sungai dengan bebatuan besar sepanjang kiri kanan aliran sungai.  Kami harus menyusuri sungai ini untuk sampai pada air terjunnya. Beberapa menit melewati pinggiran sungai yang licin dari merangkak sampai memanjat bebatuan besar.Sampailah kami pada aliran sungai Liu Maddumpue. Hampir mirip suasana bebatuan di Sungai Ule Watu Tanete Riaja atau yang orang barat menamainya Celebes Canyon. He'he.

Di Liu maddumpue ini dapat kita lihat air terjunnya bertingkat 2. Di tingkatan pertama di situ ada kolam yang dalam. Makanya dinamakan Liu atau dalam.Orang bisa berenang kalau mau dan berani. Pada tingkatan kedua,airnya kelihatan berasap pengaruh dari derasnya air tersebut. Pemandangan tampak indah karena lokasi ini dikelilingi tebing batu.

Maka pengambilan gambar adalah hal mutlak untuk mengabadikan perjalanan ini. Jadi siapkan kamera dan bekal perjalanan jika anda berminat ke sini. Jarak dari sekolah SDN Allu ke lokasi ini sekitar kurang lebih 1 km menurun. Namun siapkan fisik untuk pulangnya karena pastinya jalan kembali adalah pendakian terjal.Cukup membuat napas anda ngos-ngosan. Saya jamin ngos-ngosan dan bagi anda penikmat adventure ini salah satu destinasi wajib di kunjungi di pelosok pegunungan Pujananting Allu. Liu Maddumpue menunggu jepretan kamera dan selfie anda.

Monday, May 2, 2016

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI Pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.

Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa.
Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia, Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta
kemampuan kolaborasi.

Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia, Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.

Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia, Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Citacita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benarbenar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.
Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
Anies Baswedan, Ph.D.